Skip to content

Sanggar Tari dan Payas Bali Berkembang di Mancanegara

Tabanan (Bisnis Bali) – Berbagai sanggar seni yang mengajarkan tabuh, tari Bali dan payas Bali berkembang pesat di berbagai negara. Di antara Amerika, Jepang dan Australia. Kondisi ini jelas memberikan dampak positif terhadap citra pariwisata Pulau Dewata di dunia internasional.

Terbukti, jumlah kunjungan wisman ke Denpasar saat ini rata-rata mencapai 8.000 orang per hari. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Budiasa, di sela-sela acara Pemilihan Puteri Bali 2012, bertempat di Pan Pacific, Nirwana Bali Resort, Tanah Lot, Tabanan, baru-baru ini.

‘’Di tiga negara tersebut dari masing-masing satu sanggar perintis kini sudah berkembang menjadi puluhan sanggar yang mengajarkan tabuh, tari Bali dan payas Bali kepada masyarakat pencinta seni budaya Bali di negara bersangkutan,’’ ujarnya.

Lanjut Budiasa, sanggar ini umumnya dirintis mantan mahasiswa asing ISI Denpasar yang berasal dari berbagai negara di belahan dunia.

‘’Mereka setelah menikmati pendidikan khusus dalam bidang seni budaya Bali kembali ke negaranya masing-masing untuk mendirikan sanggar serta mengajar tabuh, tari Bali dan payas Bali kepada masyarakat setempat yang berminat. Terbukti, gamelan dan pakaian tari Bali selalu ada orderan di masing-masing sanggar, mulai di Denpasar hingga Ubud,’’ ungkapnya.

Kata Budiasa, minat masyarakat internasional untuk mempelajari serta mendalami tabuh, tari Bali dan payas Bali hingga saat ini cukup tinggi.

Ia menambahkan, dalam menikmati liburan ke Bali, masyarakat Jepang seringkali memanfaatkan kesempatan untuk belajar olah gerak tubuh kepada para seniman.

‘’Seniman yang tergabung dalam sejumlah sanggar seni Bali di Jepang dan Amerika Serikat sudah beberapa kali unjuk kemampuan dalam memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata,’’ imbuhnya.

Ia menjelaskan, masyarakat internasional yang sudah pernah tampil di PKB dan di kantor Diparda Denpasar, memiliki kebanggaan tersendiri, bahkan lebih memacu dirinya untuk menguasai tabuh dan tari Bali dengan sempurna.

Untuk itu pengelola sanggar seni tidak canggung-canggung mendatangkan guru tabuh dan tari dari Bali maupun secara berkesinambungan berkunjung ke Pulau Dewata untuk menikmati panorama alam sekaligus mendalami tabuh dan tari Bali.

Budiasa menambahkan, di Bali banyak mahasiswa asal Jepang dan Australia yang tertarik untuk menekuni dan mendalami bidang tabuh dan tari Bali, dengan memilih belajar di ISI Denpasar maupun secara nonformal ke seniman di Pulau Dewata.

‘’Dengan makin banyaknya kunjungan wisman, tidak hanya mahasiswa, tetapi masyarakat umum juga tertarik belajar tabuh dan tari Bali saat mereka menikmati liburan di Pulau Dewata,’’ tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Sanggar Selukat Pengosekan, Perkampungan Seniman Ubud, Dewa Ketut Alit. ‘’Dalam mempertahankan khasanah dan melestarikan budaya Bali yang adiluhung harus sepenuh hati untuk melakukannya,’’ ujarnya.

Menurutnya, sebagai anak bangsa yang cinta akan Tanah Air harus mampu membawa citra bangsa dikancah dunia, yakni kegiatan yang dilakukan ini sudah digeluti secara rutin hingga mengajarkan tabuh dan tari Bali ke Australia.

‘’Saya sudah melakukan kegiatan ini sejak 12 tahun," ungkapnya. Kata dia, kunjungan rutin ini, demi melestarikan budaya bangsa dan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia umumnya dan Bali khususnya kepada warga Australia.

‘’Kami melatih para pelajar dari sekolah ternama, dan atusiasme masyarakat Australia mempelajari Seni dan Budaya Bali sangat tinggi,’’ jelasnya.

Dalam seminggu, pihaknya mengajar hingga tiga kali latihan, sedikitnya ada 50 orang pelajar yang mempelajari tabuh dan tarian Bali ini. Alit menerangkan, anak didik yang diajarnya tabuh dan tari Bali salah satunya untuk melestarikan dan memberi sentuhan seni kepada warga Australia, kelak saat mereka melakukan kunjungan ke Bali, mereka dapat mendalami kembali seni yang sudah diajarkannya di sanggar miliknya di Pangosekan, Ubud.

Sebagai pelaku seni, pihaknya dituntut untuk menciptakan karya-karya yang baru, agar para pelajar ataupun penikmat seni dapat merasakan optimal karya yang dipersembahkan. ‘’Sebagai anak negeri tentu kami sangat bangga bisa membawa kesenian bangsa sendiri ke dunia luar," tandasnya *aya (Sumber : www.bisnisbali.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!